Bojonegoro - Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga, Fatayat dan Muslimat NU Ranting Bareng menggelar berbagai perlombaan antar-mushola, Ahad (27/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Mushola Al Falah, Bareng tersebut menjadi ajang perdana bagi Fatayat dan Muslimat NU Ranting Bareng dalam menggelar perlombaan yang melibatkan mushola-mushola di lingkungan ranting.
Ketua Fatayat NU Ranting Bareng, Nilna Indriana, S.S., M.A., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai acara seremonial dalam menyambut Hari Santri, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan menghidupkan semangat kebersamaan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi menjadi ruang untuk berkumpul, berinteraksi, saling mengenal, dan menunjukkan potensi yang dimiliki masing-masing mushola,” ujarnya.
Sebanyak 20 mushola berada di lingkungan Ranting Bareng, dan dalam kegiatan perdana tersebut terdapat 17 mushola yang berpartisipasi dalam semua jenis lomba.
Perlombaan dibagi menjadi dua kategori. Untuk kategori Muslimat, terdapat lomba tumpeng dan doa tahlil. Sementara kategori Fatayat meliputi lomba MC dan dirigen.
Pada lomba tumpeng, setiap mushola mengirimkan satu regu yang terdiri dari empat orang. Sedangkan lomba MC dan dirigen masing-masing diikuti oleh satu perwakilan dari setiap mushola.
Menurut Nilna, pemilihan jenis perlombaan disesuaikan dengan nilai dan keterampilan yang ingin dikembangkan. Lomba tumpeng, misalnya, menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kerja sama, dan gotong royong. Sementara lomba doa tahlil menjadi ruang bagi Muslimat untuk menunjukkan kemampuan membaca doa dan tahlil sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Adapun lomba MC ditujukan untuk mendorong kader Fatayat agar semakin berani berbicara di depan umum dan memiliki kemampuan memandu berbagai kegiatan organisasi. Sedangkan lomba dirigen diarahkan untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan memimpin kelompok.
Antusiasme peserta juga terlihat sejak tahap persiapan. Masing-masing mushola tidak hanya menyiapkan peserta, tetapi turut melibatkan anggota dan warga dalam proses latihan maupun persiapan perlombaan.
“Jadi semangatnya bukan hanya pada saat perlombaan, tetapi sudah terlihat sejak proses persiapan. Bagi kami, itu justru menjadi salah satu keberhasilan dari kegiatan ini,” jelas Nilna.
Salah satu peserta lomba MC, Lusi, mengaku mengikuti perlombaan tersebut untuk menambah pengalaman, melatih keberanian, sekaligus mengasah kemampuan public speaking dan memandu acara.
“Bagi saya, yang terpenting bukan sekadar menang, melainkan berani mencoba, belajar, dan meraih pengalaman baru,” ungkapnya.
Lusi juga mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti lomba, terutama dalam mengatur intonasi, ekspresi, artikulasi, serta membangun kepercayaan diri ketika tampil di hadapan orang lain.
Kegiatan perdana tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan semata. Fatayat dan Muslimat NU Ranting Bareng berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda yang dapat dilaksanakan kembali pada tahun-tahun berikutnya.
“Semoga setelah kegiatan ini hubungan silaturahmi antarwarga semakin erat, semangat berorganisasi semakin kuat, dan kegiatan keagamaan di masing-masing mushola juga semakin hidup. Karena bagi kami, kemenangan yang paling penting bukan hanya mendapatkan juara, tetapi bagaimana kegiatan ini bisa membuat kita semakin guyub, kompak, dan bersama-sama membangun Ranting Bareng,” pungkas Nilna.



0 Komentar